Sondag, 24 Maart 2013

Apa itu E-Commerce ?
Secara umApa itu E-Commerce ? Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik), adalah sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission). Media elektronik yang dibicarakan di dalam tulisan ini untuk sementara hanya difokuskan dalam hal penggunaan media internet. Pasalnya, penggunaan internetlah yang saat ini paling populer digunakan oleh banyak orang. Penggunaan internet dipilih oleh kebanyakan orang sekarang ini karena kemudahan-kemudahan yang dimiliki oleh jaringan internet, yaitu: Internet sebagai jaringan publik yang sangat besar (huge/widespread network), layaknya yang dimiliki suatu jaringan publik elektronik, yaitu murah, cepat dan kemudahan akses. E-Commerce juga dapat didefinisikan sebagai suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan “get and deliver“.e-Commerce akan merubah semua kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas biaya-biaya operasional untuk kegiatan trading (perdagangan). Perkembangan E-Commerce Di Indonesia dan Dunia Indonesia merupakan salah satu pengguna internet terbesar dunia. Data terbaru dari Markplus Insight berdasarkan hasil survey di 11 kota besar di Indonesia, menyebutkan pada tahun 2012 ini, pengguna internet di Indonesia mencapai 61 Juta Jiwa. Naik 10 persen dari tahun 2011, yaitu 55 Juta Jiwa. Sekitar 40% (24,2 Juta Jiwa) diantaranya adalah didominasi oleh kalangan “Middle Class” yang rela menghabiskan waktu sampai 3 Jam per hari. Survey tersebut juga menyebutkan bahwa 95% (58 Juta Jiwa) mengakses internet dari notebook, netbook, tablet dan perangkat selularnya. Pengguna Internet di dunia: 1. 1463632361 Jumlah pengguna Internet di seluruh dunia (Juni 2008). 2. 578.538.257 pengguna Internet di Asia 3. 384.633.765 pengguna Internet di Eropa. 4. 248241969 pengguna Internet di Amerika Utara. 5. 139009209 pengguna Internet di Amerika Latin / Karibia. 6. 51.065.630 pengguna Internet di Afrika 7. 41939200 pengguna Internet di Timur Tengah. 8. 20204331 pengguna Internet di Oseania / Australia. Data dari sumber lain, SocialBakers (16/11/2012) menyebutkan bahwa Indonesia merupakan pengguna Facebook terbesar ke-4 di Dunia yaitu 50,4 Juta Jiwa, dengan kelompok terbesar adalah pengguna berusia 18-24 yaitu sebesar 21,7 Juta Jiwa. Sementara itu, Semiocast menyebutkan data pengguna Twitter Indonesia per Juni 2012 mencapai 29,4 Juta Jiwa. Tapi dibanding India, salah satu raksasa ekonomi dunia, penetrasi Indonesia lebih baik. Asia merupakan kawasan pengguna internet terbesar di dunia, 510 juta, mengalahkan Eropa dan Amerika Utara. Dari segi jumlah, pengguna internet Indonesia merupakan ketiga terbesar di Asia setelah Jepang dan Cina. Tren positif ini juga mempengaruhi nilai transaksi penjualan online yang tahun 2012 ini diperkirakan akan mencapai US$ 4,1 Milyar, atau tumbuh 20,5% dari tahun sebelumnya mencapai US$ 3,6 Milyar atau sekitar 35 Triliun Rupiah. Pada tahun 2011, transaksi didominasi oleh penjualan buku, diikuti dengan pakaian, sepatu, dan aksesori di peringkat kedua. Selanjutnya tiket pesawat dan reservasi, barang-barang elektronik, hingga software komputer. Situs E-Commerce harus didukung sepenuhnya oleh Mutu Perusahaan. Dalam hal ini bagaimana suatu situs membangun merek atau reputasi melalui kualitas produk atau jasa yang ditawarkannya. Faktor Pendukung lainnya adalah Website. Sebuah Website harus memiliki ciri khas yang berbeda, ditambah interfaceyang userfriendly dapat membantu konsumen dalam bertransaksi. Kredibilitas pada setiap transaksi merupakan harga mutlak untuk membangun kepercayaan dan citra suatu produk atau jasa. Dengan pasar 250 Juta Jiwa, 15-20% diantaranya adalah pengguna internet, menjadikan Indonesia adalah market yang sangat potensial. Pasar yang besar didukung dengan media promosi dan pemasaran produk yang tepat, serta menjadi pebisnis online yang terpercaya menjadi sebuah tantangan untuk dapat sukses di dunia E-Commerce. Perkembangan e-commerce paling pesat di Indonesia adalah pada 5 tahun terakhir ini, hal ini disebabkan oleh karena semakin banyak investor asing telah melirik dan menanamkan modalnya untuk pasar toko online di Indonesia, contohnya sepertiLazada, Zalora, FoodPanda, dan Officefab. Jajaran web toko online ini merupakan kepanjangan tangan dari Rocket Internet yang bermarkas besar di Jerman, dan telah memiliki website sejenis di 5 negara di Asia Tenggara salah satunya Indonesia. Praktisi e-commerce Aria Rajasa menyatakan bahwa pebisnis yang ingin terjun ke dunia e-commerce sebaiknnya memperhatikan kepercayaan pelanggan dan kualitas produk. E-commerce merupakan bisnis jasa di mana kepercayaan pelanggan merupakan aspek penting. Selain itu, pelaku juga harus selalu memperhatikan kualitas produk. E-commerce bukanlah sihir di mana sesuatu berjalan otomatis ke arah kesuksesan dan karena menggeluti e-commerce memerlukan kerja keras. Referensi : • http://ekonomi.kompasiana.com/ • http://www.erwaymedia.com/prospek-e-commerce-di-indonesia/ • http://eradhany.wordpress.com/2009/03/19/perkembangan-e-commerce-di-dunia-dan-di-indonesia/ um e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik), adalah sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission). Media elektronik yang dibicarakan di dalam tulisan ini untuk sementara hanya difokuskan dalam hal penggunaan media internet. Pasalnya, penggunaan internetlah yang saat ini paling populer digunakan oleh banyak orang.
Penggunaan internet dipilih oleh kebanyakan orang sekarang ini karena kemudahan-kemudahan yang dimiliki oleh jaringan internet, yaitu: Internet sebagai jaringan publik yang sangat besar (huge/widespread network), layaknya yang dimiliki suatu jaringan publik elektronik, yaitu murah, cepat dan kemudahan akses.
E-Commerce  juga  dapat didefinisikan  sebagai  suatu  cara berbelanja  atau  berdagang  secara online  atau  direct selling  yang  memanfaatkan  fasilitas  Internet  dimana  terdapat  website  yang  dapat menyediakan layanan “get and deliver“.e-Commerce  akan  merubah  semua  kegiatan  marketing  dan  juga  sekaligus memangkas biaya-biaya operasional untuk kegiatan trading (perdagangan).

Perkembangan E-Commerce Di Indonesia dan Dunia
Indonesia merupakan salah satu pengguna internet terbesar dunia. Data terbaru dari Markplus Insight berdasarkan hasil survey di 11 kota besar di Indonesia, menyebutkan pada tahun 2012 ini, pengguna internet di Indonesia mencapai 61 Juta Jiwa. Naik 10 persen dari tahun 2011, yaitu 55 Juta Jiwa. Sekitar 40% (24,2 Juta Jiwa) diantaranya adalah didominasi oleh kalangan “Middle Class” yang rela menghabiskan waktu sampai 3 Jam per hari. Survey tersebut juga menyebutkan bahwa 95% (58 Juta Jiwa) mengakses internet dari notebook, netbook, tablet dan perangkat selularnya.
Pengguna Internet di dunia:
  1. 1463632361 Jumlah pengguna Internet di seluruh dunia (Juni 2008).
  2. 578.538.257 pengguna Internet di Asia
  3. 384.633.765 pengguna Internet di Eropa.
  4. 248241969 pengguna Internet di Amerika Utara.
  5. 139009209 pengguna Internet di Amerika Latin / Karibia.
  6. 51.065.630 pengguna Internet di Afrika
  7. 41939200 pengguna Internet di Timur Tengah.
  8. 20204331 pengguna Internet di Oseania / Australia.
Data dari sumber lain, SocialBakers (16/11/2012) menyebutkan bahwa Indonesia merupakan pengguna Facebook terbesar ke-4 di Dunia yaitu 50,4 Juta Jiwa, dengan kelompok terbesar adalah pengguna berusia 18-24 yaitu sebesar 21,7 Juta Jiwa. Sementara itu, Semiocast menyebutkan data pengguna Twitter Indonesia per Juni 2012 mencapai 29,4 Juta Jiwa.
Tapi dibanding India, salah satu raksasa ekonomi dunia, penetrasi Indonesia lebih baik. Asia merupakan kawasan pengguna internet terbesar di dunia, 510 juta, mengalahkan Eropa dan Amerika Utara. Dari segi jumlah, pengguna internet Indonesia merupakan ketiga terbesar di Asia setelah Jepang dan Cina.
Tren positif ini juga mempengaruhi nilai transaksi penjualan online yang tahun 2012 ini diperkirakan akan mencapai US$ 4,1 Milyar, atau tumbuh 20,5% dari tahun sebelumnya mencapai US$ 3,6 Milyar atau sekitar 35 Triliun Rupiah. Pada tahun 2011, transaksi didominasi oleh penjualan buku, diikuti dengan pakaian, sepatu, dan aksesori di peringkat kedua. Selanjutnya tiket pesawat dan reservasi, barang-barang elektronik, hingga software komputer.
Situs E-Commerce harus didukung sepenuhnya oleh Mutu Perusahaan. Dalam hal ini bagaimana suatu situs membangun merek atau reputasi melalui kualitas produk atau jasa yang ditawarkannya. Faktor Pendukung lainnya adalah Website. Sebuah Website harus memiliki ciri khas yang berbeda, ditambah interfaceyang userfriendly dapat membantu konsumen dalam bertransaksi. Kredibilitas pada setiap transaksi merupakan harga mutlak untuk membangun kepercayaan dan citra suatu produk atau jasa.
Dengan pasar 250 Juta Jiwa, 15-20% diantaranya adalah pengguna internet, menjadikan Indonesia adalah market yang sangat potensial. Pasar yang besar didukung dengan media  promosi dan pemasaran produk yang tepat, serta menjadi pebisnis online yang terpercaya menjadi sebuah tantangan untuk dapat sukses di dunia E-Commerce.
Perkembangan e-commerce paling pesat di Indonesia adalah pada 5 tahun terakhir ini, hal ini disebabkan oleh karena semakin banyak investor asing telah melirik dan menanamkan modalnya untuk pasar toko online di Indonesia, contohnya sepertiLazada, Zalora, FoodPanda, dan Officefab. Jajaran web toko online ini merupakan kepanjangan tangan dari Rocket Internet yang bermarkas besar di Jerman, dan telah memiliki website sejenis di 5 negara di Asia Tenggara salah satunya Indonesia.
Praktisi e-commerce Aria Rajasa menyatakan bahwa pebisnis yang ingin terjun ke dunia e-commerce sebaiknnya memperhatikan kepercayaan pelanggan dan kualitas produk. E-commerce merupakan bisnis jasa di mana kepercayaan pelanggan merupakan aspek penting. Selain itu, pelaku juga harus selalu memperhatikan kualitas produk. E-commerce bukanlah sihir di mana sesuatu berjalan otomatis ke arah kesuksesan dan karena menggeluti e-commerce memerlukan kerja keras.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking